Tuesday, August 25, 2020

TEKS EKSPOSISI

Untuk materi kali ini kita akan membahas tentang teks eksposisi, tujuan pembelajaran kali ini diharapkan siswa mampu menyusun teks eksposisi dengan baik dan benar.

 
Berikut penjelasan singkat mengenai teks eksposisi
 
 Teks eksposisi (BAHASA INDONESIA KELAS X SMT 1)

Pengertian Teks Eksposisi      

    Pengertian teks eksposisi ialah sebuah paragraf atau karangan yang terkandung di dalamnya sejumlah informasi yang mana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat.


Tujuan Teks Eksposisi  

    Untuk menjelaskan informasi tertentu supaya dapat menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian. 

 

Ciri-Ciri Teks Eksposisi 

     Adapun ciri-ciri teks eksposisi yang diantaranya yaitu:Gaya informasi yang mengajak.Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku. Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan.Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.Teks eksposisi bersifat objektif dan netral.Penjelasannya disertai data-data yang akurat.Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi. 

 

Struktur Teks Eksposisi 

    Adapun struktur teks eksposisi yang diantaranya yaitu: 

  • Pernyataan pendapat “tesis”, gagasan utama tentang salah satu permasalahan berdasarkan fakta. 
  • Argumentasi (alasan), penjelasan secara mendalam tentang pernyataan pendapat dan pengungkapan fakta sebagai penjelasan dari argumen si penulis. 
  • Penegasan ulang pendapat, salah satu penguat dari pendapat serta argumen yang ditunjang oleh fakta.

 Urutan tersebut harus runtut, tidak boleh dibalik-balik ya, yaitu Tesis, Argumen, dan Penegasan Ulang


Jenis-Jenis Teks Eksposisi 

    Adapun jenis-jenis teks eksposisi diantaranya yaitu:

  • Eksposisi defini yaitu suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik tertentu. 
  • Eksposisi proses yaitu langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir. 
  • Eksposisi ilustrasi yaitu teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu.
  • Eksposisi laporan yaitu paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu. 
  • Eksposisi perbandingan yaitu eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan dengan yang lain.
  • Eksposisi pertentangan yaitu eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya. 

 

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi 

    Unsur kebahasaan merupakan bagian-bagian yang membangun teks eksposisi, unsur kebahasan yang ada pada teks eksposisi ialah pronomina, konjungsi dan kata leksikal. 

Pronomina

Pronomina merupakan kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat pernyataan pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu: 

  • Pronominan persona “kata ganti orang” yaitu persona tunggal, contohnya; ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si dan pesona jamak contohnya seperti; kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.
  • Pronomina nonpersona “kata ganti bukan orang” yaitu pronomina penunjuk, contohnya ialah; ini, itu, sini, sana, dan pronomina penanya contohnya; apa, mana, siapa. 

Konjungsi 

Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi, berikut ini ialah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi seperti: 

  • Konjungsi waktu yaitu sesudah, setelah, lalu, sebelum, setelah itu, kemudian.Konjungsi gabungan yaitu serta , dan, dengan. 
  • Konjungsi pembatasan yaitu asal, kecuali, selain.Konjungsi tujuan yaitu untuk, supaya, agar. 
  • Konjungsi persyaratan yaitu jika, jikalau, apabila, bila, asalkan, bilamana, apabila.Konjungsi perincian, adalah, yaitu, ialah, antara lain, yakni. 
  • Konjungsi sebab-akibat, sehingga, karena, sebab, akibat, akibatnya.Konjungsi pertentangan, akan tetapi, tetapi, namun, melainkan, sedangkan. 
  • Konjungsi pilihan, atau.Konjungsi penegasan/penguatan, apalagi, bahkan, hanya, lagi pula, itu pun.Konjungsi penjelasan, bahwa. 
  • Konjungsi perbandingan, bagai, seperti, serupa, ibarat.Konjungsi penyimpulan, oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian. 

Kata Leksikal 

Adapun kata leksikal yang diantaranya yaitu:

  • Nomina yaitu kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak. 
  • Verba yaitu kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses atau keadaan yang bukan sifat. 
  • Adjektiv yaitu kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda dan binatang. 
  • Adverbia yaitu kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain-lain. 

 
 
Contok teks Eksposisi : 

 
                                Realita Hukum Di Indonesia
Tesis : 

    Dalam hal ini sebenarnya hukum yang ada di Indonesia sebagaimana yang telah diatur pada undang-undang telah secara tegas mengatur hukuman berbagai pelaku tindak kejahatan. Namun, realitanya seringkali terjadi ketidakadilan hukum yang merugikan banyak orang. Hukum boleh saja tegas, namun menjadi tumpul di hadapan koruptor. 

Argumentasi: 

    Bukan rahasia umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia mendapatkan hukuman yang tingkatannya masih tergolong ringan, bahkan ada koruptor yang menerima fasilitas mewah padahal sudah merugiakan bangsa. Seringkali kita menonton berita bahwa seorang maling dihajar masa hingga tewas. Namun belum pernah ada koruptor di Indonesia dikeroyok masa sampai tewas. 

Penegasan Ulang:     

    Hukum di Indonesia itu bisa dikatakan hanya tegas di hadapan rakyat kecil. Sebut saja kasus yang pernah menimpa nenek asyani, kasusnya hanya karena diduga mencuri kayu, beliau terancam hukuman selam lima tahun penjara. Sungguh tidak adil memang jika dibandingkan dengan hukuman yang akan diterima koruptor.
 
 
 
 
 
 Silakan melakukan presensi pada tautan di bawah ini

PRESENSI MAPEL BAHASA INDONESIA


Tuesday, August 18, 2020

Tugas Vlog Laporan Hasil Observasi

 Untuk tugas bahasa indonesia kali ini, silakan kalian menentukan suatu objek untuk diamati, pilih objek yang ada disekitar kalian. Bisa berupa benda mati ataupun benda hidup. Misalkan: tumbuhan, binatang, bangunan, sungai, dll.


Setelah memilih objek, silakan lakukan observasi terhadap objek tersebut. catatlah hal-hal penting yang akan kalian sampaikan dari objek tersebut.


Setelah itu buatlah laporan hasil observasi kalian tersebut ke dalam bentuk video.

 Untuk lebih jelasnya bisa dilihat contoh vlog laporan hasil observasi di bawah ini.


 

 

Tugas dikerjakan selama 1 minggu.

Tugas silakan diupload ke Instagram, Youtube, Facebook, Google Drive, ataupun media yang lainnya. Pengumpulan tugas dalam bentuk tautan (link), pada pertemuan berikutnya.



Selanjutnya silakan melakukan presensi pada tautan di bawah ini.

KLIK DI SINI UNTUK MELAKUKAN PRESENSI


Tuesday, August 4, 2020

BAB I (Teks Laporan Hasil Observasi) Minggu ke-3

Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Untuk hari ini kita akan melanjutkan materi Teks Laporan Hasil Observasi, kita akan membahas ciri teks laporan hasil observasi.

Seperti biasa, sebelum memulai untuk membahas materi pada hari ini, silakan untuk mempersiapkan buku catatan dan ballpoint untuk mencatat hal-hal penting yang akan kita bahas pada materi kali ini




Pada pertemuan kemarin kita sudah membahas tentang kalimat definisi termasuk bagaiamana menentukan apakah kalimat definisi tersebut sudah tepat atau belum.

Apakah sama kalimat definisi dengan kalimat deskripsi?
Kalimat definisi berbeda dengan kalimat deskripsi.
Kalimat definisi menjelaskan objek secara umum, yang ditandai dengan adanya verba definitif (adalah, ialah, yakni, merupakan, yaitu). Sedangkan untuk kalimat deskripsi adalah menjelaskan dengan menyampaiakan ciri-cirinya, untuk kalimat deskripsi ditandai dengan verba deskriptif (Terdiri dari, terbuat dari, memiliki ciri, mempunyai ciri, dsb)

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh di bawah ini!!!

Definisi
Binatang karnivora adalah binatang pemakan daging

Deskripsi
bintang karnivora memiliki ciri bergigi tajam dan berkuku tajam.

Nah itu tadi sedikit penjelasan tentang bagaimana membedakan kalimat definisi dan kalimat deskripsi.


Selanjutnya kita bahas ciri dari Teks Laporan Hasil Observasi

Ciri-Ciri Bahasa teks laporan hasil observasi

Ciri-ciri dari teks hasil observasi adalah sebagai berikut:

  1. Mengandung fakta. (Sesuai dengan data yang didapatkan ketika melakukan observasi)
  2. Bersifat objektif. (Tidak boleh mencampurkan dengan pendapat pribadi)
  3. Ditulis sempurna dan lengkap. (Semua hasil observasi harus disampaikan secara lengkap)
  4. Tidak memasukkan unsur-unsur yang menyimpang, mengandung prasangka atau pemihakan
  5. Disajikan secara menarik, tatas bahasa jelas, isinya berbobot, dan susunan logis.
  6. Teks laporan sering dimulai dg kalimat definisi tentang penggolongan atau klasifikasi. seperti contoh: (a) Mamalia adalah binatang yang menyusui. atau (b) “Kucing besar” itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging.


Kaidah kebahasaan Teks Laporan hasil observasi

Selain struktur teks, teks hasil observasi ini juga memiliki beberapa kaidah kebahasaan yang membuat teks ini menjadi khas dan agar mudah diketahui bahwa jenis teks ini adalah teks laporan hasil observasi. 

Berikut adalah beberapa kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi:
  1. Merupakan hasil dari pengamatan atau penelitian terbaru dan terkini.
  2. Bersifat universal.
  3. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan KBBI.
  4. Membahas objek tunggal.
  5. Tidak ada bagian penutup dari penulis.
  6. Adanya frasa atau kelompok kata dibagi menjadi
  7. Adanya konjungsi dan / tetapi
  8. adanya konjungsi sementara itu, sedangkan, selanjutnya
  9. Adanya kalimat simpleks, yaitu kalimat yang hanya terdiri dari satu struktur dengan satu verba utama
  10. Adanya kalimat kompleks, yaitu  kalimat yang terdiri dari dua struktur atau lebih dengan dua atau lebih verta utama


        Dalam teks laporan hasil observasi hanya ada 1 objek, atau biasa disebut dengan objek tunggal. Pembahasan objek harus fokus terhadap objek utama, misalkan ketika kita mengobseravasi tentang budidaya jamur, berarti isi dari laporan kita tidak boleh menyimpang dari kegitan budidaya jamur. Misalkan contoh lain, ketika kita mengobservasi sapi, berarti yang dilaporkan hanya objek tunggal yaitu sapi, boleh kita menjelaskan tentang jenis-jenis sapi yang bermacam-macam, tetapi kita tidak boleh menjelaskan objek lain misalkan kambing, karena sudah keluar dari objek yang dibahas.


        Frasa atau bisa disebut dengan kelompok kata, lebih mudahnya gabungan dari 2 kata atau lebih yang memiliki satu makna atau satuan gramtikal. Untuk jenis nya ada frasa nomina (benda) dan frasa verba (kerja).
Contoh frasa nomina: Rumah Sakit (dalam frasa tersebut terdapat penggabungan dua kata, kata "rumah" dan "sakit", ketika dua kata tersebut digabungkan akan menjadi sebuah frasa yang mempunyai makna tertentu.
Contoh frasa lain misalkan ibu kota, rumah makan, batu ginjal, dsb.

Selanjutnya untuk materi mendatang kita akan membahas kalimat Simplek dan kalimat Komplek, yang tentunya sudah kalian pelajari ketika bangku SMP???
Kalau mungkin dulu waktu SMP disebut dengan kalimat tunggal (simplek) dan Kalimat majemuk (komplek).
 
Mungkin itu saja untuk materi kali ini
Tetap semangat belajar dan selalu jaga kesehatan....

Silakan melakukan presensi pada tautan dibawah ini

Tuesday, July 28, 2020

BAB I (Teks Laporan Hasil Observasi) Minggu ke-2

STRUKTUR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

Melanjutkan materi yang kemarin mengenai Teks Laporan Hasil Observasi

Untuk materi kali ini kita akan membahas tentang struktur dan ciri dari teks laporan hasil observasi.

Sebelum memulai untuk membahas materi pada hari ini, silakan untuk mempersiapkan buku catatan dan ballpoint untuk mencatat hal-hal penting yang akan kita bahas pada materi kali ini

Teks Laporan hasil observasi mempunyai 3 struktur utama
  1. Pernyataan umum
  2. Deskripsi bagian
  3. Deskripsi manfaat
Struktur di atas merupakan struktur yang harus ada dalam teks laporan hasil observasi, apabila ada satu saja bagian yang tidak terdapat dalam teks laporan hasil observasi, maka laporan tersebut adalah laporan yang kurang lengkap atau laporan yang salah.

Biar lebih paham sekarang kita akan membahas bagian-bagian dari struktur teks laporan hasil observasi secara lebih terperinci.

1. Pernyataan umum
    Pernyataan umum merupakan bagian awal dari teks laporan hasil observasi yang letaknya berada pada awal paragraf pertama, pada bagian ini berisi penjelasan mengenai objek yang akan dibahas secara umum serta pengklasifikasian objek. Sudah tahu apa itu pengklasifikasian?

   Pernyataan umum berisi penjelasan mengenai objek yang akan diobservasi, pada bagian ini hanya menjelaskan secara garis besar mengenai objek tersebut, yang biasanya disebut dengan kalimat definisi. Apa itu kalimat definisi?

    Kalimat definisi adalah kalimat yang mendefinisikan suatu objek, kalimat definisi ditandai dengn adanya verba definitif (adalah, ialah, yakni, merupakan, yaitu)
Contoh kalimat definisi :
  • Karnivora adalah binatang pemakan daging
  • Kelelawar merupakan binatang mamalia bersayap yang aktif pada malam hari.
  • Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.
Mudahkan menentukan atau membuat kalimat definisi??? kalau menurut saya SANGAT MUDAH....
Tapi jangan terlalu menganggap mudah dalam membuat kalimat definisi.
Karena biasanya banyak sekali kalimat definisi yang kurang sesuai. Terus bagaimana menentukan kalimat definisi tersebut sudah sesuai atu belum???
Sekarang kita akan mencoba menetukan apakah kalimat definisi di atas sudah sesuai atau belum.

  • Karnivora adalah binatang pemakan daging
 Sekarang kita balik kalimatnya
  • Binatang pemakan daging adalah karnivora
Kalimat definisi yang tepat adalah ketika kalimat tersebut dibalik tidak akan menimbulkan pemahaman atau pengertian yang lain.
Bisa dicoba dengan membalik kalimat definisi yang lain pada contoh-contoh di atas. Bagaimana? Apakah kalimat definisi tersebut sudah tepat???


Selanjutnya bagaimana dengan menentukan kalimat definisi yang salah??? Sama caranya, yaitu dengan cara membalik kalimat tersebut, apabila kalimat tersebut menimbulkan pemahaman yang lain atau lebih mudahnya, ada jawaban yang lain dari pernyataan tersebut, bisa dipastikan bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat definisi yang salah.
Sekarang kita akan mencoba menentukan kalimat definisi yang salah.

  • Sapi adalah binatang pemakan rumput
Sekarang kita balik kalimatnya
  • Binatang pemakan rumput adalah sapi
Pada contoh di atas tahu di mana salahnya???
Pada kalimat yang pertama kalimat definisi tersebut terlihat sudah tepat bahwa "sapi adalah binatang pemakan rumput" tetapi ketika kalimat tersebut dibalik "Binatang pemakan rumput adalah sapi" apakah binatang pemakan rumput hanya sapi???
Pada kalimat "Binatang pemakan rumput adalah sapi" Bisa diisi dengan kata selain sapi??? tentu saja bisa "Bintang pemakan rumput adalah kambing/kuda/kerbu/rusa" nah berarti kalimat definisi tersebut adalah kalimat yang salah, karena menimbulkan jawaban yang lain selain dari objek yang didefinisikan.

    Selanjutnya kita akan membahas tentang pengklasifikasian dalam bagian pernyataan umum teks laporan hasil observasi. Pengklasifikasian adalah pengelompokan berdasar pada jenis tertentu.

Contoh : 
Berdasarkan jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik.

Pada kalimat di atas terdapat sebuah pengklasifikasian, yaitu pengklasifikasian sampah yang diklasifikasikan berdasar pada jenis yaitu organik dan anorganik.

Nah itu tadi yang disebut dengan pengklasifikasian, paham kan apa yang disebut dengan pengklasifikasian? 

Biar lebih memahami, sekarang coba buat kalimat pengklasifikasian dari objek berikut berdasarkan pada pengkategorian atau pengelompokan tertentu.
1. Sekolah
2. Binatang

    Sekrang kita coba membuat sebuah paragraf utuh dari pernyataan umum yang di dalamnya terdapat kalimat definisi dan pengklasifikasian.

Contoh :
    Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dapat bersumber dari alam ataupun manusia. Sampah di bumi akan terus bertambah selama masih ada kegiatan yang dilakukan oleh baik alam maupun manusia. Sampah dapat dibedakan berdasarkan sifat dan bentuknya. Berdasarkan sifatnya, sampah bibagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan anorganik.

Pada kalimat di atas sudah ada pengertian sampah dan pengklasifikasian sampah. berarti sudah memenuhi syarat menjadi pernyataan umum.




Sekarang kita lanjut ke deskripsi bagian
    Deskripsi bagian pada teks laporan hasil berisi pengertian khusus berdasarkan pada pengklasifikasian objek yang telah diobservasi.

Misalkan pada bagian pernyataan umum tadi terdapat pengklasifikasian sampah yang telah diklasifikasikan berdasarkan jenisnya menjadi organik dan anorganik.
berarti pada bagian deskripsi bagian ini kita akan menjelaskan tentang sampah organik dan anorganik.

Contoh :
    Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan-bahan organik, sampah ini bisa diurai secara alami sehingga dapat diproses oleh alam secara langsung tanpa melibatkan campur tangan dari manusia. Sampah ini tidak akan menimbulkan limbah yang berbahaya dibandingkan dengan sampah anorganik.

Ada yang perlu diperhatikan dalam membuat deskripsi bagian, penjelasan pada deskripsi bagian harus runtut sesuai dengan pengklasifikasiannya. Misal pada pengklasifikasian menyebutkan organik dan anorganik yang dijelaskan lebih awal adalah organik, karena disebutkan terlebih dahulu dibandingkan dengan anorganik. Jangan dibalik-balik ya, harus runtut.




Selanjutnya bagian terakhir yaitu deskripsi manfaat.
    Deskripsi manfaat disini menjelaskan manfaat dari objek yang diobservasi ataupun menjelaskan manfat dari hasil observasi tersebut. Jadi bisa dijelaskan manfaat objek atau manfaat observasi ya....

Contoh :
    Dari hasil observasi tersebut bisa diketahui bahwa sampah memiliki 2 macam jenis yaitu organi dan anorganik, dari kedua jenis sampah tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda pada masing-masing jenis. Sehingga diharapkan dengan hasil observasi ini masyarakat bisa mengelola sampah dengan lebih baik lagi.

Dari contoh di atas, yang disampaikan adalah manfaat objek atau manfaat observasi???

Ya, contoh di atas yang disampaikan adalah manfaat dari observasi.


Demikian tadi materi tentang struktur teks laporan hasil observasi.
Kalau ada yang kurang jelas bisa ditanyakan lewat WA Pribadi, WA Group atau silakan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar.

Untuk materi selanjutnya kita akan membahas tentang ciri dari Teks Laporan Hasil Observasi. See U Next Time
Tetap semangat belajar dan selalu jaga kesehatan.
 
Sebelum meninggalkan materi hari ini, silakan melakukan presensi dan review materi pada tautan berikut Tautan Presensi dan review materi
 
 



Tuesday, July 21, 2020

BAB Puisi

Memahami Puisi

Apa Itu Puisi!
Pernah baca puisi? Pernah buat puisi? Pernah menyampaikan perasaan dalam bentuk puisi?
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang paling banyak disukai karena disajikan kedalam bahasa yang indah dan sifatnya imajinatif. Puisi juga merupakan salah satu karya sastra yang dianggap mampu menyampaikan perasaan penulisnya yang biasanya dikemas dengan bahasa yang indah, yang lain dari bahasa sehari-hari.
Karena puisi dirangkai menggunakan kata-kata yang tidak pada umumnya, seringkali diperlukan pemahaman yang lebih untuk memaknai puisi. Sebuah puisi yang baik tentunya dapat menyampaikan pesan dari penulis kepada pembacanya.

Apakah sama lagu dengan Puisi!
Pernah dengerin lagu? Pernah dengerin lagu sampai nangis-nangis atau senyum-senyum sendiri? Tentunya pernah!!!
Lagu merupakan salah satu bentuk karya seni yang berawal dari puisi, banyak sekali lagu-lagu yang berawal dari sebuah karya sastra puisi, yang oleh para musisi digubah menjadi sebuah lagu yang terkesan lebih menarik. Ada yang tau lagu apa saja yang awalnya merupakan sebuah karya sastra puisi???
1. Tuhan - Sam Bimbo
2. Aku Menyayangimu - Iwan Fals
3. Rindu - Banda Naira
4. Kapada Hawa - Anji
5. Roman Picisan - Dewa
6. Dia, Dia, Dia - Afgan
Dan masih banyak lagi tentunya, jadi puisi di sini bukan hanya puisi yang terkesan monoton layaknya puisi-puisi lampau seperti ; pantun, karmina, talibun, seloka, mantra, syair, gurindam dan masih banyak lagi yang lainnya. Puisi lama merupakan puisi yang terikat dengan rima, sajak, suku kata, jumlah kata ataupun jumlah baris. Sedangkan puisi modern memiliki kebebasan dalam penyampaiannya tidak terikat pada norma pembuatan puisi lama seperti di atas.

Untuk lebih jelasnya silakan baca puisi berikut

Contoh puisi lama.
Berjalan di terik hingga lena
Haruslah beristirahat agar tiada mati
Gerutu itu tiada berguna
Rasa syukurlah yang buat hidup berarti

Contoh puisi baru.
Mentari, kala itu senja perlahan pergi
Dengan hati yang seakan tak rela
Hilang berganti malam tanpa ada mimpi
Semua seakan terasa sepi ditengah hingar bingarnya binatang malam
Satu janjimu yang membuatku tetap bertahan
Membuatku selalu yakin
Kau kan kembali hadir menyapa sebagai mentari pagi.

Dari contoh puisi di atas, bisakan membedakan puisi lama dan puisi baru.
Kalau masih belum yakin, bisa cari contoh-contoh puisi lain di google ya.



Suasana Dalam Puisi
Sering kali ketika kita membaca puisi atau hanya ketika mendengar pembacaan puisi, kita jadi merasa bagaimana gitu, (Perasaan terasa berbunga-bunga ketika mendengar/membaca puisi cinta? atau perasaan menjadi bergelora ketika mendengar/membaca puisi perjuangan? atau mungkin perasaan jadi galau ketika mendengar/membaca puisi sedih?) seakan-akan perasaan kita ikut terhanyut dalam puisi tersebut, seakan-akan kita berada dalam puisi tersebut, merasa kitalah yang ada dalam puisi tersebut. Nah, itulah yang dimaksud suasana dalam puisi. 
Suasana puisi merupakan akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pendengar/pembaca. 
Cobalah baca puisi karya eyang Sapardi Djoko Damono berikut! (Baca dengan seksama dan dipahmi ya....)

Aku Ingin 
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada



Musikalisasi puisi "Aku ingin"
Bagaimana perasaanmu setelah membaca puisi tersebut? suasana apa yang tergambarkan dari puisi tersebut?
Puisi di atas merupakan ungkapan ketulusan seseorang kepada kekasihnya, dapatkah kamu merasakan bagaimana kamu ketika dibacakan puisi tersebut oleh seseorang yang dicintai atau kamu yang membacakan puisi tersebut untuk seseorang??
Udah, jangan terlalu terbawa suasana, apalagi sampai terbawa perasaan. 
Selanjutnya kita akan membahas tema puisi, bagaimana cara menetukan tema puisi??? 
Sama halnya dengan jenis tema-tema yang lain, tema merupakan hal yang mendasari sebuah penulisan, begitu juga dengan penulisan puisi. Jadi tema di sini menjadi penentu apa yang ingin disampaikan oleh penulis dalam menyusun puisi. Sering kali sulit menentukan tema dalam puisi, karena kata-kata dalam puisi bermakna konotatif (masih ingat apa itu konotatif? kalau lupa, dibuka lagi catatanya). Tema puisi sangat menentukan bagaimana penulis dalam memilih kata-kata(diksi) untuk puisinya.
Coba baca puisi karya Chairil Anwar berikut
Doa

Kepada pemeluk teguh...

Tuhanku...
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu...

Biar susah sungguh...
Mengingat Kau penuh seluruh...
Cahya - Mu panas suci...
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi...

Tuhanku...
Aku hilang bentuk,,remuk

Tuhanku...
Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku...
Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling...
Kira-kira tema apa yang ada dalam puisi di atas???

Makna puisi.
Selanjutnya kita sampai pada hal yang paling mendasar pada puisi, yang menjadikan puisi menjadi lebih menarik dibanding dengan jenis karya sastra lain yaitu makna puisi.
Makna Puisi adalah pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisi tersebut. Namun dengan rumitnya bahasa puisi sering kali terdapat perbedaan pemaknaan antara pembaca satu dengan pembaca lainnya. Lalu bagaimana cara memaknai sebuah puisi?
Memaknai puisi yang baik harus tahu dulu tema puisi tersebut, selanjutnya kita merasakan suasana yang ada dalam puisi tersebut, tentunya kita tidak cukup hanya dengan sekali membaca dalam memaknai sebuah puisi, kita harus paham diksi-diksi yang digunakan dalam puisi tersebut bahkan sering kali kita harus mengartikan perkata dalam memaknai puisi.

Nah, kira-kira begitulah uraian singkat mengenai puisi.


"Seragam sekolah jarang dipakai 
Materi puisi sudah selesai 
Celana warna abu-abu, Bajunya berwarna putih
Cukup sampai di sini dulu, sekian dan terimakasih"



TUGAS MATERI PUISI.

Untuk selanjutnya tugas semester 2 kali ini yaitu praktik membaca puisi. Silakan membuat video pembacaan puisi sekreatif mungkin, menggunakan ekspresi seatraktif mungkin, bisa dengan backsound musik ataupun alat musik sendiri.

Untuk puisinya silakan dipilih puisi dari penulis berikut.

1. W. S. Rendra
2. Sapardi Djoko Damono
3. Chairil Anwar
Selain pengarang di atas bisa ditanyakan dulu jika ingin memilih puisi lain. 

Berikut contoh pembacaan puisi. (Bisa cari di Youtube ya guys, masih banyak yang lainnya lagi)






Ragam bahasa karya ilmiah

Pengertian Konotatif dan Denotatif     Konotatif merupakan kata yang mengandung makna kias yang tidak mengandung unsur makna sebenarnya, kon...